Postingan

Hujan

Hujan  “ Tan, air nya cantik ya ” Kata lelaki itu sambil menatap hujan. “ Tan, kamu gak suka hujan? Aku suka hujan, aku juga suka kamu ” Berlalih menatap aku yang terpaku pada senyumnya. Hening. Yang selanjutnya terdengar hanya suara air yang jatuh bertemu dengan perpaduannya. Dan teras sekolah menjadi saksi bahwa aku begitu mengharap untuk terus menatap hujan bersamanya. Dan hari-hari berlalu, tahun demi tahun dengan ribuan hujan yang tak terhitung lagi pun sudah terlewati. Ahh sudah 7 tahun rupanya. “ aku masih disini Rio, masih nunggu kamu bareng hujan yang kamu suka” “kamu lihat aku kan? Aku rindu. Aku sangat rindu.” Hujan masih sama Rio, katamu hujan menyengakan.   aku juga masih sama, aku masih mencoba untuk baik-baik saja. Karena aku tahu kamu pasti bahagia di surga. “ Biarin aku kenang kamu saat hujan.” Hujan kali ini aku kalah, aku kalah karena aku begitu merindukan nya.

Tentang Kita ' Kilas Balik 2'

S etelah surat itu selesai dibaca, seketika kelas itu menjadi ricuh bahkan ada yang sampai menggebrak-gebrak meja antusias.  Bukan hanya kelas yang jadi kacau namun satu sekolah menjadi gempar karena kajadian itu. Sedangkan Fahri yang menjadi objek dalam surat itu hanya diam memandang teman-teman nya yang seperti kerasukan itu dengan pandangan yang sulit diartikan, dia tertawa namun tawa nya sumbang syarat akan kesal dan dingin. Berbeda dengan reaksi Fahri, reaksi venya justru tidak karuan. Wajahnya sudah pucat pasi, dia tak menyangka bahwa surat cinta yang diberikan untuk fahri seorang menjadi viral sampai satu sekolah begini. Bahkan dia sudah seperti orang bodoh yang terus-menerus bengong. Sahabat-sahabat melihat nya dengan tatapan nelangsa. Saat ini venya di dalam kelas yang terletak di bagian atas sekolahnya, setiap orang yang melewati kelas nya pasti akan tertawa sangat keras dan mengulang isi surat yang dia kirim dengan nada yang dibuat-buat. Ada yang seperti membaca ...

Tentang Kita ' Kilas Balik'

Kilas balik T ahun 2009 “nih ada titipan buat lo” kata gadis bernama rani meletakkan sebuah amplop kecil berwarna merah muda diatas meja. Fahri yang diberikan surat hanya melirik sekilas tanda tak tertarik. “apaan tuh? Dari siapa?” tanya naufan yang duduk disamping Fahri penasaran. “ada titipan buat fahri, ” Rani menjawab diplomatis, kelas yang awalnya ribut karena jam istirahat isoma tiba-tiba senyap mendengar perkataan rani. Tanpa aba-aba naufan mengambil benda berwarna merah muda tersebut dan membukanya. Alis nya menaut melihat dan membaca isi dari benda merah muda itu, kelas kembali ribut akibat protesan kepada naufan yang tak kunjung memberitahu apa yang tertulis dalam kertas yang ada pada benda tersebut dengan suara yang keras. “woyy fan apaan isi nya? Jangan baca sendiri oyy!” celetuk salah satu anak kelas tersebut “sabar njeng, siap-siap ya gua bacain” seru naufan dibuat-buat agar teman-teman nya semakin penasaran. “cepetan jan banyak bacot” sargah   teman y...

Tentang Kita

Prolog “lo tau ada dua hal yang begitu membuat gue bahagia. Yang pertama jingga warna senja terus yang kedua itu ....”   Fahri  berhenti pada kalimatnya, melihat lawan bicaranya yang hanya diam tak berekspresi. Dia tersenyum sebelum melanjutkan “ nanti gue kasih tau deh yang kedua apa kalau waktunya udah tepat”. Dia berlalu begitu saja meninggalkan gadis yang sudah merubah ekspresinya menjadi sendu. “kenapa harus lo orang yang gue pilih buat jatuhin hati gue?” kalimat lirih itu muncul begitu saja dari bibir gadis yang tengah menatap punggung yang mulai menjauh semakin hilang terhalang sinar matari yang akan pulang persinggahannya. Hingga akhir nya gadis itu berbalik dan pergi. Fahri Adrian Wibisana adalah seorang dengan gelar master dibidang hukum yang bekerja di Otoritas Jasa Keuangan. Pria dengan gaya jalan dan senyum yang khas itu adalah laki-laki yang terlihat pendiam namun nyatanya dia adalah pribadi yang banyak bicara. Venya Putri Sanjaya adalah seorang g...